HIMPUNAN HUJAU MENUJU PUTRA PERINGKAT NEGERI MELAKA

MUTIARA KATA

KEMULIAAN SEORANG MUKMIN IALAH APABILA DIA TIDAK BERGANTUNG KEPADA MANUSIA.

KEMENANGAN KEADILAN KEATAS KEZALIMAN LEBIH BESAR MAKNANYA DARIPADA KEMENANGAN KEJAHATAN KE ATAS ORANG YANG ZALIM

HIMPNAN HIJAU

HIMPNAN HIJAU
HIMPUNAN HIJAU MENUJU PUTRAJAYA PERINGKAT NEGERI MELAKA 24 JUN 2012

BOYCOTT ISRAEL!!! 5S....SEX,SONG,SCREEN,SMOKES ,SPORT....KLIK DI GAMBAR UNTUK 'PALESTIN KINI'

BOYCOTT ISRAEL!!! 5S....SEX,SONG,SCREEN,SMOKES ,SPORT....KLIK DI GAMBAR UNTUK 'PALESTIN KINI'
AKU BERTEKAD UNTUK MAJU KE HADAPAN WALAU MAUT MENGHALANG DI JALANAN .MATI BUKANLAH NODA YANG MENCERNAKAN BAGI SEORANG BERDARAH PAHLAWAN . BILA DI SERTAI NIAT IKHAS BERKORBAN.UNTUK BERJUANG MEMBELA KEBENARAN. KU SERAHKAN SEGENAP JIWA DAN RAGA. DALAM PERANG SUCI MEMBELA AGAMA. LEBIH BAIK MATI DARIPADA HIDUP HINA. JIKA MASIH HIDUP AKU TIDAK KECEWA. DAN JIKA MATI AKAU TIDAK AKAN TERCELA. ALANGKAH HINANYA HIDUP DI BAWAH iKAKI DERHAKA. ( Saidna Husain)

Monday, May 7, 2012




 Turut di lancarkan "Pelancaran AMEERAH & BRIGED MUSLIMAT," peringkat negeri Melaka yang bertujuan untuk menjaga saf kepimpinan muslimat khususnya dan wanita amnya denagn  Ameerah juga turut. Dengan bertemakan Epal Hijau, Menerajui perubahan Generasi Baru, Bridget Muslimat ini, di naik taraf menjadi sebuah JABATAN BRIGED MUSIMAT yang khusus kepada kerja-kerja keselamatan.



Sempena dengan bulan kelahiran Sayidah Fatimah Az Zahrah, 20 Jamadil Akhir, moga muslimat-muslimat Melaka akan terus berusaha untuk terus menegakkan kebenaran.Semuga ianya terus memberi semangat dan kekuatan untuk muslimat semuanya.


 Sayidah Fatimah Az Zahrah yang  limpahan anugerah ilmu dan pengetahuan al-Qur'an yang tak terbatas. Jiwa dan ruhnya manifestasi dari ilmu-ilmu al-Qur'an. Saat menyampaikan pidato pertamanya di masjid pasca wafatnya Rasulullah, Fatimah mengingatkan poin ini bahwa al-Qur'an adalah peninggalan Nabi serta janji antara manusia dan Allah Swt. Ia berkata,"Allah Swt telah mengikat janji di antara kalian sejak lama dan merupakan peninggalan berharga untuk kalian." Sayidah Fatimah dengan ungkapan lain kepada umat Islam saat ini mengingatkam bahwa al-Qur'an tidak mengandung kebatilan dan menyalahi hakikat. Cahaya al-Qur'an meliputi segala sesuatu serta memberikan cahaya kepada yang lain. Hujah dan argumentasi kitab suci ini dapat dimanfaatkan oleh semua orang dan setiap manusia meraih pengetahuan serta hidayah dari al-Qur'an sesuai dengan kapasiti mereka.



Terkait keagungan al-Qur'an, Sayidah Fatimah berkata,"Kitab suci al-Qur'an sangat agung, jika seseorang benar-benar mengikuti kitab suci ini dan mengamalkan setiap ajarannya maka ia akan sampai pada derajat tinggi kesempurnaan sehingga orang lain akan merasa iri." Di perkataan lainnya, Sayidah Fatimah menyebut al-Qur'an sebagai sumber dari ilmu dan hukum Ilahi. Dalam pandangan beliau, membaca al-Qur'an ditujukan untuk memahami ajarannya dan mengamalkannya. Beliau berkata,"Jika seorang muslim benar-benar mengikuti al-Qur'an maka ia akan sangat berbahagia serta dituntun menuju jalan keselamatan." Oleh karena itulah, Sayidah Fatimah pasca wafatnya Rasulullah mengingatkan umat Islam soal peranan utama al-Qur'an untuk menghindari perselisihan di antara mereka.

sayidah Fatimah berkata," Mengapa kalian menuju kesesatan, sedangkan di antara kalian terdapat al-Qur'an ? Ajaran al-Qur'an sangat jelas dan hukum-hukumnya pun kokoh. Tanda-tanda hidayah al-Qur'an trasnperen dan peringatannya pun jelas. Apakah kalian condong kepada al-Qur'an, atau apakah kalian mencari penengah selain kitab suci ini ? Sayidah Fatimah selain mengagungkan al-Qur'an dalam setiap ucapannya, juga beliau merupakan manifestasi dari ajaran tinggi kitab suci ini. Sejak masih kanak-kanak, Sayidah Fatimah sudah terbiasa dengan al-Qur'an karena beliau tumbuh besar di rumah wahyu.
 Kedekatan beliau dengan al-Qur'an terlihat jelas dari wasiat yang ditinggalkannya kepada Sayyidina  Ali  yang memintanya untuk membaca al-Qur'an bagi dirinya menjelang kematian hingga setelahnya.

Tak hanya untuk dirinya, Sayidah Fatimah juga membesarkan anak-anaknya dalam lindungan al-Qur'an.  Di riwayat lain disebutkan, suatu hari Sayyidina Ali  tiba di rumah dan mendengar Fatimah tengah melantunkan ayat yang baru saja diturunkan kepada Rasulullah. Ali dengan heran bertanya, bagaimana kamu mengetahui ayat ini ? Fatimah menjawab, anakku Hasan yang membacakan bagiku ayat yang baru turun kepada ayahku ini. Sayidah Fatimah selain kepada keluarganya, juga mengajarkan pembantu beliau, Fidhah untuk senantiasa dekat dengan al-Qur'an. Kedekatan ini dapat disaksikan dengan sikap Fidhah yang kemudian tidak berkata-kata kecuali dengan menggunakan ayat al-Qur'an.



TAHNIAH BUAT DMPNM

No comments: